<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERPIKA &#187; beasiswa perpika</title>
	<atom:link href="http://perpika.net/tag/beasiswa-perpika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://perpika.net</link>
	<description>The Indonesian Students Association in South Korea</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 12:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>BPI untuk Siswa Medan</title>
		<link>http://perpika.net/2008/10/12/bpi-untuk-siswa-medan/</link>
		<comments>http://perpika.net/2008/10/12/bpi-untuk-siswa-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 07:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Perpika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa perpika]]></category>
		<category><![CDATA[PERPIKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perpika.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hadi Teguh Yudistira
Di kota besar belum menjadi jaminan terhadap penduduk Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat memperoleh penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupan keluarga. Hal ini terbukti di kota Jakarta , Medan dan kota besar yang lain.

Tanjung Sari merupakan salah satu daerah pinggiran kota Medan (sudah mendekati Kabupaten Deli Serdang). Di pasar 2 Tanjung Sari hidup sebuah keluarga yang kepala rumah tangganya memiliki pekerjaan menarik becak. Di keluarga ini di anugerahi anak yang bernama Beni Zulfikar yang diamanahi untuk sekolah di SMK Telkom. Diawali oleh ikutnya Beni ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Hadi Teguh Yudistira</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Di kota besar belum menjadi jaminan terhadap penduduk Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat memperoleh penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupan keluarga. Hal ini terbukti di kota Jakarta , Medan dan kota besar yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Tanjung Sari merupakan salah satu daerah pinggiran kota Medan (sudah mendekati Kabupaten Deli Serdang). Di pasar 2 Tanjung Sari hidup sebuah keluarga yang kepala rumah tangganya memiliki pekerjaan menarik becak. Di keluarga ini di anugerahi anak yang bernama Beni Zulfikar yang diamanahi untuk sekolah di SMK Telkom. Diawali oleh ikutnya Beni dalam proses seleksi SMK Telkom yang mempunyai system pendidikan yang baik, dan ternyata Beni lulus dalam seleksi tersebut. Hal ini menjadi anugrah bagi keluarga Beni karena kedua orang tua Beni berharap Beni bisa mendapat keahlian dari SMK Telkom yang notabene sekolah yang siap memberikan segudang keahlian dalam dunia telekomunikasi. Tapi di posisi lain keluarga tersebut kebingunan untuk membiayai sekolah Beni yang setiap bulannya untuk membayar uang SPP sebesar sekitar Rp 400.000,-.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span id="more-57"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Demi untuk pendidikan Beni, sang Ayah berusaha untuk mencari penghasilan dengat menarik becak sampai malam hari (hal ini terbukti ketika perwakilan dari Perpika, Hadi Teguh Yudistira, datang ke rumah Beni pada malam hari yang menerima adalah ibunda Beni dan ayah Beni tidak di rumah karena masih berada di luar rumah) serta sang Ibu berusaha menambah penghasilan dengan menjadi pembantu di perumahan yang dekat dengan rumah Beni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ketika saudara Hadi memberikan beasiswa Perpika, ibunda Beni sangat senang sekali dan beliau berharap ada kelanjutan dari beasiswa ini. Beliau berharap tahun depan Beni bisa mendapatkan beasiswa ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Untuk pihak kedua yang mendapat beasiswa dari Perpika adalah salah satu warga yang berdomisili di Kampung Ladang Bambu (berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara). Di kampong Ladang Bambu terdapat sebuah Yayasan pendidikan yang ditujukan kepada orang-orang yang tidak mampu di daerah Kampung Ladang Bambu. Yayasan ini merupakan hasil wakaf dari seseorang yang dermawan. Dan yang menjadi penangung jawab dari yayasan ini adalah Bapak Basyaruddin J. Ketika ditanya mengenai murid di yayasan ini, Baspak Basyaruddin menjelaskan bahwa yayasan ini memberikan pendidikan yang memadai kepada anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Dari pengakuan beliau, di daerah kampong Ladang Bambu masih banyak terdapat keluarga yang tidak mampu. Oleh karena itu, yayasan ini berdiri untuk memberikan fasilitas pendidikan kepada warga kampong Ladang Bambu. Beasiswa yang kedua dari Perpika bekerja sama dengan yayasan ini untuk menyampaikan kepada salah satu siswa nya yang berhak mendapat beasiswa ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dikarenakan tidak memiliki banyak kesempatan, Hadi menitipkan beasiswa yang kedua ke salah satu anggota keluarga saudara Hadi yang dipercayai. Orang tersebut adalah kakanda Hadi yang bernama Devianti. Saudari Devianti yang selanjutnya akan menyerahkan beasiswa Perpika kepada Bapak Basyaruddin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Nb. Maaf, penulis lupa nama yayasan di Kampong Ladang Bambu tersebut dan dokumentasi hanya ada pada beasiswa yang pertama (Beni Zulfikar)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><a href="http://perpika.files.wordpress.com/2008/10/bpi-medan-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-175" title="bpi-medan-1" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/10/bpi-medan-1.jpg" alt="" width="416" height="312" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Ibunda Beni Zulfikar (Erlinda) sedang menandatangani tanda terima beasiswa Perpika. Terlihat disebelah kanan adalah adik Beni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://perpika.files.wordpress.com/2008/10/bpi-medan-21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-173" title="bpi-medan-21" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/10/bpi-medan-21.jpg" alt="" width="435" height="324" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Ibunda Beni menerima beasiswa Perpika yang diserahkan oleh Saudara Hadi (mahasiswa Konkuk University)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://perpika.files.wordpress.com/2008/10/bpi-medan-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-174" title="bpi-medan-3" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/10/bpi-medan-3.jpg" alt="" width="406" height="304" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Rumah Beni Zulfikar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perpika.net/2008/10/12/bpi-untuk-siswa-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPI untuk siswa/i SMK 61 Pulau Tidung</title>
		<link>http://perpika.net/2008/09/05/bpi-untuk-siswai-smk-61-pulau-tidung/</link>
		<comments>http://perpika.net/2008/09/05/bpi-untuk-siswai-smk-61-pulau-tidung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 16:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Perpika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan pendidikan korea]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa perpika]]></category>
		<category><![CDATA[BPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perpika.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu, Jum&#8217;at 25 Juli 2008, setelah subuh tim Beasiswa Perpika untuk Indonesia (BPI) bergegas menuju dermaga Muara Angke, Jakarta Utara untuk mengejar satu satunya sarana transportasi menuju sebuah pulau di gugusan Kepulauan Seribu yang akan bertolak tepat pukul 07.30 WIB. Pulau tersebut tidak lain adalah Pulau Tidung. Lokasinya berada disebelah barat gugusan kepulauan seribu. Konon berdasarkan cerita, pulau ini digunakan sebagai tempat berlindung (tidung) dari serangan penjajah Belanda saat itu, sehingga dinamailah pulau ini sebagai Pulau Tidung. Pulau ini dihuni oleh kurang lebih 4,000 jiwa.


Satu satunya sarana transportasi penghubung ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari itu, Jum&#8217;at 25 Juli 2008, setelah subuh tim Beasiswa Perpika untuk Indonesia (BPI) bergegas menuju dermaga Muara Angke, Jakarta Utara untuk mengejar satu satunya sarana transportasi menuju sebuah pulau di gugusan Kepulauan Seribu yang akan bertolak tepat pukul 07.30 WIB. Pulau tersebut tidak lain adalah Pulau Tidung. Lokasinya berada disebelah barat gugusan kepulauan seribu. Konon berdasarkan cerita, pulau ini digunakan sebagai tempat berlindung (tidung) dari serangan penjajah Belanda saat itu, sehingga dinamailah pulau ini sebagai Pulau Tidung. Pulau ini dihuni oleh kurang lebih 4,000 jiwa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-137 aligncenter" style="border: black 1px solid;" title="kep-seribu2" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/kep-seribu2.jpg" alt="" width="350" height="331" /></p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>Satu satunya sarana transportasi penghubung dengan Jakarta yaitu kapal kecil seperti dibawah ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-129 aligncenter" style="border: black 1px solid;" title="kapal" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/kapal.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Setelah kurang lebih 2.5 jam berlayar mengarungi lautan, alhamdulilah akhirnya kami sampai juga di di Pulau Tidung dengan selamat. Setibanya di dermaga pulau, kami disambut dengan ramah oleh wakil Kepala Sekolah SMK N 61 Jakarta, Drs. Sobilis dan beberapa orang guru.  Tak lama setelah berkenalan, kami pun beranjak ke sekolah yang lokasinya tidak jauh dari dermaga dengan menggunakan sepeda motor. Sebelum kami sampai dermaga, sekolah yang ber-cat hijau itu sudah nampak dari kejauhan. SMK 61 Jakarta adalah sebuah sekolah kejuruan yang memberikan pendidikan secara gratis bagi para siswanya. Gratis, karena sebagian besar orang tua siswa bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional. Terlebih, dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) baru baru ini membuat para nelayan urung melaut, sehingga penghasilan mereka pun menjadi sangat kekurangan. Seluruh biaya operasional pendidikan disubsidi sepenuhnya oleh pemerintah Jakarta.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/sekolah-1.jpg"><img class="size-full wp-image-133 aligncenter" style="border: black 1px solid;" title="sekolah-1" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/sekolah-1.jpg" alt="" width="350" height="263" /></a></p>
<p>Belum sempat kami berbicara banyak, kami disuguhi oleh makanan khas pulau tidung, yaitu dodol rumput laut. Rasanya enak, manis dan tentunya baik untuk kesehatan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-132 aligncenter" style="border: black 1px solid;" title="dodol1" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/dodol1.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Tak lama setelah itu, Pak Sobilis mengumpulkan para siswa yang akan diberi beasiswa. Cukup terkejut juga ketika mengetahui jumlah penerimanya ada 20 orang. Karena pada awalnya, dari komunikasi via telepon, kami hanya sanggup untuk memberikan beasiswa kepada 1 siswa dan 1 siswi di sekolah tersebut dengan jumlah total Rp 1.000.000,-. Namun setelah mendapat pertimbangan pihak sekolah, akhirnya beasiswa yang sebesar 1 juta rupiah itu dibagikan kepada 20 siswa tersebut yang sebagian besar adalah siswa yatim-piatu. Sebelum memberikan beasiswa, kami diminta memberikan wejangan untuk adik-adik disana, terutama masalah perkuliahan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-126 aligncenter" style="border: black 1px solid;" title="wejangan" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/wejangan.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Setelah kurang lebih 45 menit memberikan sedikit presentasi tentang Perpika, BPI, dan Perkuliahan, akhirnya kami sampai kepada acara inti, yaitu penyerahan BPI secara simbolis diberikan kepada 1 siswa dan 1 siswi SMK 61 Jakarta, disaksikan oleh wakil Kepala Sekolah, Drs. Sobilis.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-127 aligncenter" style="border: black 1px solid;" title="serah1" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/serah1.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-128 aligncenter" style="border: black 1px solid;" title="serah2" src="http://perpika.files.wordpress.com/2008/09/serah2.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Ucapan terima kasih dan harapan SMK 61 Jakarta kepada Perpika :</p>
<p style="text-align: center;"><object width="425" height="355"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Au3y6CcQL2w&amp;rel=0&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6"></param><param name="wmode" value="transparent"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Au3y6CcQL2w&amp;rel=0&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"></object></p>
<p>Atas nama adik adik penerima beasiswa, tim BPI mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para donatur. Semoga amal ibadah dan kebaikan anda dibalas dengan ganjaran yang setimpal oleh Allah SWT.</p>
<p>Tim BPI</p>
<p>Chairul Hudaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perpika.net/2008/09/05/bpi-untuk-siswai-smk-61-pulau-tidung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melangkah Bagi Generasi</title>
		<link>http://perpika.net/2008/07/02/melangkah-bagi-generasi-2/</link>
		<comments>http://perpika.net/2008/07/02/melangkah-bagi-generasi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 04:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chairul Hudaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa perpika]]></category>
		<category><![CDATA[herman wenas]]></category>
		<category><![CDATA[MB GEN]]></category>
		<category><![CDATA[PERPIKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perpika.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali, apa yang dilakukan Herman Wenas adalah sebuah cara yang unik untuk menggugah dunia dalam upaya membantu anak anak Indonesia yang kurang mampu untuk mendapatkan pedidikan yang layak. Tekadnya untuk memecahkan rekor dunia dengan berjalan kaki sejauh 40.000 km akan diselesaikannya dengan menjelajahi negara negara seperti Korea, Jepang, New Zealand, Kanada, USA, dan Eropa.
Di Korea, ia memulai perjalanannya dari Busan pada tanggal 27 Mei 2008 dan diakhiri di titik terakhir, KBRI Seoul pada tanggal 29 Juni 2008 dengan menempuh jarak 700 km. Dengan membawa spanduk dukungan yang berasal dari berbagai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Barangkali, apa yang dilakukan Herman Wenas adalah sebuah cara yang unik untuk menggugah dunia dalam upaya membantu anak anak Indonesia yang kurang mampu untuk mendapatkan pedidikan yang layak. Tekadnya untuk memecahkan rekor dunia dengan berjalan kaki sejauh 40.000 km akan diselesaikannya dengan menjelajahi negara negara seperti Korea, Jepang, New Zealand, Kanada, USA, dan Eropa.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Korea, ia memulai perjalanannya dari Busan pada tanggal 27 Mei 2008 dan diakhiri di titik terakhir, KBRI Seoul pada tanggal 29 Juni 2008 dengan menempuh jarak 700 km. Dengan membawa spanduk dukungan yang berasal dari berbagai elemen masyarakat Indonesia dan Korea, ia berjalan menyusuri jalan negeri ginseng ini dibawah teriknya matahari tanpa kenal lelah. Tiba di KBRI Seoul pukul 17.00 Herman yang didampingi oleh para voluntir langsung disambut oleh Bapak Foster Gultom, Minister Counselor (Charge d’Affaires a.i) KBRI Seoul dengan penuh hangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak Foster Gultom dalam sambutannya sangat berbangga terhadap usaha Herman dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Ia menambahkan, Herman yang seorang pengusaha, dimana kehidupannya sudah berkecukupan, mau bertualang demi cita citanya yang mulia. KBRI Seoul memberikan dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan oleh pria berusia 39 tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-51"></span>Termotivasi oleh ayahnya, ia mulai bertualang di Indonesia dengan menjelajahi Jakarta-Semarang sejauh 1.000 km dengan berjalan kaki yang ditempuhnya selama 33 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sesi tanya jawab yang dihadiri oleh media massa Korea, seorang penanya dalam sesi tanya jawab menanyakan apa saja kiat kita nya supaya badan tetap fit dan terlepas dari kelelahan, karena pada saat itu Herman memang terlihat sangat berseri, tidak nampak letih dan lelah dalam raut wajahnya. Herman menjawab bahwa semuanya itu berawal dari pikiran. Jika pikiran kita sudah menyatakan BISA, maka apapun BISA dilakukan. Kita merasa sangat lelah karena pikiran kita lelah. Dia meberikan contoh dari sepotong plakat besi yang diberikan oleh seorang Polisi Korea ketika dalam perjalanan. Ia menjelaskan, jika dari awal pikiran kita sudah di-set bahwa besi akan jatuh jika dilemparkan ke udara, atau akan tenggelam jika diletakkan di permukaan air, maka pikiran kita akan terkunci dan mati sampai pada titik itu saja. Tetapi, jika pikiran kita mengatakan bahwa besi bisa berada diudara tanpa jatuh, atau mengapung tanpa tenggelam, maka pikiran kita akan berusaha bagaimana caranya agar besi bisa dalam keadaan tersebut. Begitu pula dengan kelelahan. Ia kemudian mengeluarkan sebuah kenang-kenangan dari putranya yang diberikan sebelum ia berangkat yang menjadi sumber motivasinya selama ini, disamping keinginan kuatnya untuk memajukan pendidikan di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika ditanya mengenai budjet yang diharapkan didapat dengan usahanya itu, Herman menolak untuk menjawabnya. Pasalnya, ia berpendapat bahwa itu bisa mempengaruhi tingkat keselamatannya dalam perjalanan. Ditambahkannya, bukan hal yang tidak mungkin ia mengalami perampokan maupun tindakan kekerasan lainnya dimana kasus serupa pernah terjadi terhadap orang orang penjelajah dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden Perpika yang berkesempatan hadir pada acara itu menyatakan dukungannya terhadap program yang dinisiasinya itu. Menurut Reza, Perpika memiliki program yang sama dengan visi yang dibawa oleh Herman dengan MB Gen-nya. Program itu adalah beasiswa Perpika untuk Indonesia (BPI) yang ditujukan kepada adik adik kita tingkat SD/SLTP/SLTA yang kekurangan dalam membiayai pendidikannya. Sejauh ini, program yang dimulai pada bulan Mei 2007 ini sudah berhasil menyalurkan dana beasiwa sebesar KRW 2.520.000 + USD 200. Menanggapi peryataan tersebut, Herman mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan oleh Perpika. Ditambahkannya, MB Gen adalah sebuah program yang bebas dari SARAP (Suku, Agama, Ras, Golongan dan Politik) sehingga siapapun bisa berpartisipasi didalamnya. Selanjutnya ia akan meneruskan perjalanan ke Kanada yang akan menempuh jarak kurang lebih 3.000 km.</p>
<p style="text-align:justify;">Sukses selalu Herman Wenas !!!</p>
<p style="text-align:justify;">Video MB Gen Korea : <a href="http://kr.youtube.com/watch?v=VA5BP7ycS_Q" target="_blank">http://kr.youtube.com/watch?v=VA5BP7ycS_Q</a></p>
<p style="text-align:justify;">Website MB Gen : <a href="http://www.mb-gen.org" target="_blank">http://www.mb-gen.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perpika.net/2008/07/02/melangkah-bagi-generasi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
