Laporan BPI : People Development
Jumlah Sekolah Menegah Tingkat Pertama di Kabupaten Humbang Hasundutan (provinsi Sumatera Utara) terdiri dari 41 sekolah negeri maupun swasta dengan jumlah siswa 13.231 siswa yang tersebar di sepuluh kecamatan. Sedangkan jumlah siswa Sekolah Menengah Tingkat Atas adalah 10.423 siswa (SMA, SMK, dan MA). Artinya ada sekitar 3000 siswa SMP yang melanjutkan studiĀ di luar Kab. Humbahas.
Orangtua yang menyekolahkan anaknya ke luar daerah mengeluarkan dana yg sangat besar. Karena itu yg menjadi persoalan adalah apakah mereka bersekolah di sekolah yang berkualitas atau tidak sehingga dana yg dikeluarkan orang tua mereka tidak sia-sia. Harus diakui pendidikan SMA di Indonesia sangat menentukan masa depan seorang siswa karena pendidikan SMA akan menentukan pendidikan tinggi yang akan dapat dimasukinya. Siswa-siswi SMP dari Kabupaten Humbang Hasundutan belum mampu bersaing untuk mendapatkan bangku di SMA unggulan dan bahkan tertinggal jauh dengan Kabupaten yang berdekatan (Kab. Tapanuli Utara, Kab. Samosir, Kab. Toba Samosir, Kab. Dairi). Hal ini dilihat dari sudut pandang jumlah siswa SMP yang diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan seperti SMAN 2 plus Balige. Padahal secara statistik perbandingan antara guru dengan siswa, sekolah dengan jumlah siswa serta fasilitas lainya di Kabupaten-Kabupaten tersebut relatif sama.
Pemerintah PusatĀ telah menganggarkan dana 20 % dari APBN untuk pendidikan dan diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang juga menganggarkan APBD sebesar 20%. Penggunaan anggaran lebih banyak menekankan kepada pembangunan fisik yaitu pengadaan fasilitas dan bangunan. Lembaga swasta atau masyarakat diharapkan dapat berperan untuk membangun aspek non fisik yaitu aspek kualitas. Sehingga terjadi sinkronisasi antara pemerintah dan swasta. Untuk itulah sebuah organisasi nir-laba People Development yg didirikan oleh putra-putri daerah setempat yg sudah menempuh pendidikan tinggi melaksanakan sebuah kegiatan yg tujuannya untuk membantu meningkatkan daya saing pelajar SMP di kab. Humbang Hasundutan. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakasanakan untuk meningkatkan daya saing pelajar di tingkat SMP adalah dengan melaksanakan Try Out secara rutin untuk siswa kelas 3 SMP setiap bulannya, lomba penyusunan modul belajar kreatif bagi para guru, lomba pidato bahasa Inggris, dan pelatihan bagi guru-guru untuk meningkatkan kemampuan menguasai materi ajar dan teknik mengajar kreatif.
Untuk kegiatan di semester ganjil tahun 2009 ini (Februari-Mei), PERPIKA turut serta menyukseskan kegiatan ini dengan memberikan sumbangan dana dari kas BPI (Beasiswa Pendidikan untuk Indonesia) sebesar 1,2 juta rupiah. Kali ini peserta yg berjumlah 101 orang berasal dari 7 SMP di 3 kecamatan. Dari kegiatan ini terlihat keinginan sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas pelajarnya dengan menambah jam belajar bagi siswa-siswanya, dan 5 diantara para pelajar tersebut telah berhasil masuk ke SMU unggulan (SMU Plus) dan beberapa di SMU terbaik di Sumatera Utara. Dan dari hasil evaluasi kuisioner disimpulkan bahwa kegiatan tersebut berhasil menciptakan kompetisi yang sehat antar sekolah dan pelajar untuk meningkatkan kualitasnya, dan hampir seluruh responden meminta supaya kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dan dikembangkan sehingga daya saing pelajar dari kab. Humbang Hasundutan dapat meningkat.
Panitia kegiatan ini mengucapkan banyak terima kasih kepada guru-guru, kepala sekolah, orangtua, donatur khususnya PERPIKA, dan pemerintah setempat yang memungkinkan kegiatan ini dapat terlaksana. Dan dimasa yang akan datang kami masih sangat mengharapkan partisipasi dan dukungannya. Rencananya pada bulan November 2009 akan diadakan seminar sehari untuk guru-guru yang isinya tentang pengajaran kreatif mata pelajaran eksakta. Jika ada yg tergerak hatinya untuk membantu silahkan hubungi contact person: Josep Franklin Sihite,ST. MT; Hp +62-811-6260576; Email: josep_sihite@yahoo.com









Leave your response!